Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Islam berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari mushaf digital, aplikasi tafsir, hingga kecerdasan buatan yang mampu menjawab pertanyaan keagamaan dalam hitungan detik. Buku Tafsir Al-Qur’an di Era Digital: Integrasi STEAM-A, Artificial Intelligence, dan Pendidikan Islam hadir untuk menjawab peluang sekaligus tantangan tersebut. Buku ini menelaah bagaimana studi tafsir dapat beradaptasi dengan lanskap digital tanpa kehilangan otoritas keilmuan, kaidah metodologis, dan nilai-nilai spiritualnya. Pembahasan diawali dengan fondasi tafsir klasik dan kontemporer, kemudian bergerak ke analisis pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pengkajian dan pembelajaran Al-Qur’an, lengkap dengan batasan etis dan risikonya.
Pada bagian utamanya, buku ini menawarkan pendekatan STEAM-A (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Akhlak/Aqidah) sebagai kerangka integratif dalam pendidikan Islam. Huruf “A” menegaskan bahwa kemajuan sains dan teknologi harus bermuara pada penguatan akidah dan pembentukan akhlak. Melalui pendekatan ini, ayat-ayat kauniyah dapat dikaji bersama temuan sains, pembelajaran tafsir menjadi lebih kreatif dan kontekstual, serta peserta didik dibekali literasi digital yang kritis. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, pendidik, dan peneliti pendidikan Islam sebagai bahan rujukan sekaligus pemantik gagasan untuk membangun ekosistem pembelajaran tafsir yang adaptif, bertanggung jawab, dan berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam.





Reviews
There are no reviews yet.